Sejarah

Suatu masa di tahun 1976, kyai Nawawi bersama masyarakat kampung Ngrukem dan sekitarnya mewujudkan cita-cita mulia, yaitu merintis berdirinya sebuah pesantren. Peletakan batu pertama pembangunan dilaksanakan pada Ahad, 17 Ramadhan 1396 H. (12 September 1976 M.) Sebagai langkah awal, bangunan yang dipersiapkan adalah musholla, tiga kamar santri dan kamar mandi.

Waktu terus berjalan, Pondok Pesantren An Nur akhirnya diresmikan pada 2 April 1978. Pengasuh pertama; kyai Nawawi Abdul Aziz terus istiqomah dan berupaya meningkatkan kualitas PP. An Nur baik dari sisi menghafalkan al-Qur’an -yang sebagai basis karakteristik pesantren An Nur-, maupun dari sisi keilmuan-keilmuan Islam (kitab-kitab hadis, fiqih, tasawuf, dll.) yang harus dipelajari karena juga tidak kalah pentingnya.

Berkaitan dengan hal itu, maka kyai Nawawi membuat sebuah lembaga pendidikan Madrasah Diniyah (Madin) al-Furqan yang dilaksanakan setiap sore dan diwajibkan bagi seluruh santri. Madin ini berdiri pada tahun 1983 yang terbagi menjadi dua marhalah, yakni marhalah tahfidz dan marhalah diniyah. Marhalah tahfidz diperuntukkan kepada santri yang menghafalkan al-Qur’an, sedangkan marhalah diniyah diperuntukkan kepada santri yang tidak menghafalkan al-Qur’an.

Sepuluh tahun setelah berdirinya Madin al-Furqon (th. 1994), didirikanlah Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) yang diberi nama TPQ An Nur. Kegiatan TPQ bertempat di bangunan milik Bapak Subito. Sampai saat ini TPQ An Nur terus berjalan dengan baik dan sudah banyak mewisuda anak-anak kampung Ngrukem dan sekitarnya.

Selanjutnya dalam pendirian pendidikan formal bertahap sebagai berikut:

Madrasah Tsanawiyah

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ma’had An Nur yang berada dalam naungan yayasan Al Ma’had An Nur, berdiri pada tahun 1994 di kampung Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, DI. Yogyakarta. Sebagai lembaga pendidikan setingkat SMP, MTs An Nur mempunyai tujuan untuk dapat membekali para siswa dengan Ilmu Pengetahuan – Teknologi (IPTEK) dan Iman – Taqwa (IMTAQ), mendidik siswa agar menjadi pribadi yang beriman, berilmu dan beramal sholeh.

MTs ini mulai membuka kelas pertamanya berdasarkan izin operasional yang dikeluarkan melalui SK Kepala Kantor Wilayah Kanwil Departemen Agama (Kanwil Depag) Provinsi DIY nomor: 24/KTSP/1994 tentang Persetujuan Pembukaan MTs Al-Ma’had An Nur Tahun Ajaran 1994/1995 di bawah pimpinan ketua yayasan.

Pada tahun ajaran 1996/1997, Depag kab. Bantul memilih Drs. Zainuri untuk menjadi kepala MTs An Nur. Akreditasi sebagai tolak ukur penyelenggaraan pendidikan dilakukan (tahun 1997) setelah MTs An Nur mengikuti Ebta/Ebtanas angkatan pertama dengan jenjang akreditasi “terdaftar”.

Tahap berikutnya (th. Pelajaran 1998/1999) MTs An Nur kembali melakukan akreditasi dan mendapatkan piagam jenjang akreditasi status “disamakan”. Berbagai usaha dalam mengembangkan manajemen madrasah terus ditingkatkan, khususnya yang terkait kurikulum kepesantrenan. Hal ini dimaksudkan agar karakter keilmuan siswa yang juga sekaligus santri dapat terbentuk sesuai dengan visi dan misi yayasan Al Ma’had An Nur yang berbasis pesantren.

MTs Al Ma’had An Nur terus mengalami perkembangan yang cukup baik, dimana tiap tahun pelajaran baru jumlah pendaftar selalu melebihi kuota yang disediakan. Saat ini MTs Al Ma’had An Nur terus mempertahankan status akreditasi “A”.

Madrasah Aliyah 

Madrasah  Aliyah (MA) Al Ma’had An Nur didirikan pada tanggal 22 Oktober 1996. Berdirinya MA ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan para siswa lulusan MTs yang nantinya melanjutkan jenjang studi Aliyah. Sejak membuka kelas pertama pada tahun ajaran 1996/1997 sampai 1999/2000, MA An Nur dipimpin oleh Zainal Abidin, S. Ag.

Pada masa awal MA Al Ma’had An Nur membuka satu jurusan yakni IPS, sehingga disebut sebagai MAU (Madrasah Aliyah Umum). pada tahun 1999 didirikanlah Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) yang dipelopori oleh KH. Kharis Masduki, M.SI., yang merupakan salah satu menantu KH. Nawawi. Tahun selanjutnya, MAU Al Ma`had An Nur menambah jurusan Bahasa.

Setelah mengikuti berbagai perkembangan zaman, kini lembaga yang ada ialah MA Al Ma’had An Nur meliputi tiga jurusan; Keagamaan (IIK), IPA (MIA) dan IPS (IIS). Adapun status akreditasi madrasah “A”.

 

STIQ An-Nur

Berawal dari keberhasilan membuat lembaga sekolah formal mulai dari Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah, sekaligus melihat kebutuhan santri dan perkembangan zaman dengan segala bentuk kebaruannya. Maka pada tahun 2002 KH. Nawawi mendirikan lembaga perguruan tinggi dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an (STIQ) An-Nur. Dimulai dengan membuka dua jurusan; yakni Tarbiyah dan Ushuludin.

Pendirian perguruan tinggi ini bertujuan agar para santri yang ingin kuliah, namun juga ingin tetap bisa aktif mengikuti program menghafal al-Qur’an. Sehingga dalam proses pendidikan di perguruan tinggi tersebut terdapat program tahfidzul Qur’an untuk menunjang sekaligus memberikan fasilitas kepada para santri yang ingin menghafalkan al-Qur’an. STIQ An-Nur diresmikan oleh Menteri Agama KH. Said Aqil Husain al-Munawwar pada 15 Mei tahun 2003.